18. DNA dan Evolusi
DNA (deoxyribonucleic acid/asam deoksiribonukleat) adalah adalah biomolekul penting untuk hampir semua makhluk hidup. Dimana hampir semua sel dalam tubuh makhluk hidup mengandung dna yang sama. Sebagian besar data DNA tersimpan di nukleus sel, dan sisanya pada mitokondria (disebut mitokondria DNA)
DNA menyimpan cetak biru bagi aktivitas sel, yang mana kodenya terbentuk oleh 4 basis kimia: Adenina (A), Guanina (G), Sitosina (C) dan Timina (T). Tidak semua organisme memiliki DNA, dimana sebagian virus, termasuk HIV adalah retrovirus, mereka tidak memiliki DNA melainkan RNA. Ini menunjukkan bahwa RNA adalah versi lebih sederhana dari DNA dan kemungkinan merupakan pendahulu DNA.
17. Metamorfosis dan Evolusi
Kreasionis mengklaim bahwa metamorfosis sama sekali tak berkaitan dengan proses evolusi. Sebaliknya, mereka mengklaim bahwa metamorfosis adalah bukti penciptaan, bahwa metamorfosis merupakan proses rumit yang hanya dimungkinkan oleh penciptaan. Menurut mereka, proses itu tak mungkin terjadi melalui proses 'kebetulan' - kata-kata favorit kreasionis.
Ini adalah salah satu perbedaan khas antara evolusionis dan kreasionis. Saat kreasionis melihat suatu proses yang kompleks dan sulit dijelaskan, mereka akan mengatakan itu suatu keajaiban yang tak mungkin dijelaskan secara ilmiah. Sebaliknya, para evolusionis memandangnya sebagai suatu masalah yang bisa dipecahkan, meski akan memakan waktu amat lama sekalipun. Bahwa metamorfosis adalah masalah yang belum sepenuhnya dipecahkan tidak lantas menjadikan metamorfosis sebagai proses yang melibatkan intervensi supranatural atau proses penciptaan langsung - ini hanyalah apa yang disebut [argument from incredulity].
16. Kebenaran Teori Evolusi Akan Terbukti di Masa Depan Adalah Salah
Tak perlu menunggu masa depan, sekarang pun evolusi sudah merupakan sebuah fakta. Dan teori evolusi adalah satu-satunya teori yang menjelaskan fakta itu, untuk saat ini. Tidak ada teori, fakta atau bukti ilmiah apapun yang pernah meruntuhkan teori evolusi. Tidak pula klaim-klaim seorang Harun Yahya, yang tidak memberi penjelasan ilmiah apapun. Kebenaran teori evolusi sudah terbukti, bukan di masa depan, namun saat ini pun sudah terbukti.
15. Tuhan dan Proses Evolusi
Benar bahwa ada sebagian kalangan yang berpikir bahwa evolusi adalah cara Tuhan untuk mengembangkan keanekaragaman makhluk hidup. Namun patut diingat, ini adalah pandangan umum dan bukanlah pandangan ilmiah. Sejatinya sains tidak membicarakan Tuhan, tidak membenarkan dan tidak menolak. Sains tidak melarang seseorang mempercayai adanya Tuhan, atau Tuhan berperan di dunia, selama mereka tidak memaksakan mencampuradukkannya dengan sains.
Jika menurut Harun Yahya Alquran tidak menyebutkan adanya proses evolusi, dan karenanya menganggap tidak ada evolusi sama sekali, maka itu adalah tafsiran dia. Dan tafsiran seorang Harun Yahya tidak mengikat, baik untuk muslim sendiri, apalagi untuk kalngan non muslim.
Jika menurut Harun Yahya Tuhan menciptakan makhluk hidup secara langsung, dalam wujud mereka saat ini, melalui proses supranatural, dan karenanya ia ingin menggantikan teori ilmiah dengan klaimnya, maka ia harus membuktikannya secara ilmiah. Jika ia hanya mendasarkan klaimnya dengan dasar iman semata, maka klaimnya hanya bisa diterapkan pada bidang filosofis, bukan sains. Sains tidak menerima iman sebagai dasar ataupun bukti. Sains bukan ilmu yang membahas segalanya, sains hanya membahas apa yang bisa diuji dan dibuktikan secara ilmiah pula. Karenanya tidak ada alasan memasukkan faktor supranatural dalam sains, apalagi menyodorkan jawaban supranatural untuk menggantikan teori ilmiah.
14. Evolusi, Perkembangan dan Kemajuan
Teori evolusi adalah teori yang menjelaskan bagaimana asal-usul keanekaragaman makhluk hidup di bumi, bukan seperti klaim berulang Harun Yahya - bicara tentang penciptaan makhluk hidup secara kebetulan. Teori evolusi membahas mengenai keanekaragaman makhluk hidup, penyebarannya, dan sejarah kehidupan di bumi.
Tidak ada yang salah, atau bentuk pemalsuan, dalam penggunakan kata evolusi di sini. Evolusi adalah kata umum untuk perubahan berangsur - kontras dengan revolusi yang bermakna perubahan dalam jangka waktu singkat. Dan jika bicara evolusi dalam biologi, maka yang dibicarakan adalah perubahan makhluk hidup dalam banyak generasi, khususnya menyangkut kolam gen. Jika ingin membantah teori evolusi, maka Harun Yahya harus membantahnya dengan dasar dan bukti ilmiah, bukan sekedar bermain kata.
Dan klaim berikut, bahwa semua ilmuwan terbesar dalam kemajuan adalah penganut fakta penciptaan. Harun Yahya menyebut nama Leonardo da Vinci, Nicolas Copernicus, Johanes Kapler, Galileo Galilei, Linnaeus, dan Newton, namun mereka semua meninggal jauh sebelum Origin of Species diterbitkan. Cuvier yang dimaksud Harun Yahya mungkin George Cuvier, namun ia juga meninggal dunia sebelum Origin of Species diterbitkan. Juga ia meninggal sebelum banyaknya temuan fosil seperti saat ini. Hanya Edwind Hubble yang hidup setelah Origin of Species diterbitkan, namun ia bukan ahli bidang biologi. Jadi nama-nama yang dicatut Harun Yahya tidaklah relevan.
Sementara Albert Einstein, ia adalah orang yang menolak konsep Tuhan personal, menolak konsep Tuhan mengintervensi hukum alam, agnostik, dan menerima konsep Tuhan Spinoza. Berikut beberapa quote Albert Einstein:
My feeling is religious insofar as I am imbued with tile consciousness of the insufficiency of the human mind to understand more deeply the harmony of the Universe which we try to formulate as "laws of nature."
— Letter to Beatrice Frohlich, December 17, 1952; Einstein Archive 59-797
My position concerning God is that of an agnostic. I am convinced that a vivid consciousness of the primary importance of moral principles for the betterment and ennoblement of life does not need the idea of a law-giver, especially a law-giver who works on the basis of reward and punishment.
— Letter to M. Berkowitz, October 25, 1950; Einstein Archive 59-215
I believe in Spinoza's God, who reveals Himself in the lawful harmony of the world, not in a God Who concerns Himself with the fate and the doings of mankind."[112] In a 1954 letter, he wrote, "I do not believe in a personal God and I have never denied this but have expressed it clearly.Jadi, Harun Yahya bisa mengeluarkan Einstein dari daftar ilmuwan yang percaya penciptaan. Karena mustahil dengan pandangan yang dimilikinya, seorang Einstein akan percaya makhluk hidup muncul begitu saja di muka bumi dalam wujud mereka saat ini. Apalagi Einstein juga bukan biologis - dia adalah seorang fisikawan.
Demikian pula Max Planck, pendiri teori kuantum, sama dengan daftar ilmuwan lain di atas, bukan seorang ahli biologi.
Terlebih, apa pandangan filosofis mereka tidak ada korelasi langsung dengan temuan mereka. Temuan para ilmuwan itu dilakukan berdasar metode ilmiah, bukan berdasar kepercayaan filosofis mereka. Dan teori ilmiah tidak menjadi sah atau tidak sah karena banyak orang percaya atau tidak percaya. Teori ilmiah menjadi sah selama ia didukung oleh bukti ilmiah. Alasan mengapa teori evolusi terus berkembang selama seratus lima puluh tahun dan makin berkembang adalah karena bukti ilmiah semakin mengukuhkan kebenarannya.
*Mengenai kutipan ayat Alquran yang dibawa Harun Yahya, aku tidak ingin membahasnya. Selain karena tidak berniat membahas agama, juga karena kutipan yang dibawanya tidak berkorelasi langsung dengan bahasan ini. Ini adalah blog yang membahas biologi, bukan membahas agama tertentu.
Pranala
Einstein and Religion
Subscribe to:
Posts (Atom)



